Wajibkah tirai pembatas antara laki laki dengan perempuan di luar masjid?

Salah satu permasalahan hukum Islam adalah tentang bagaimana hukumnya tirai pembatas antar laki-laki dengan perempuan yang digunakan pada sebagian masjid yang ada di Indonesia, apakah diwajibkan di luar masjid juga seperti saat pelaksanaan salat Ied di lapangan, di ruang tamu, di perkantoran, sekolah, kampus dll. 

Sebelum masuk pada pembahasan maka terlebih dahulu kita harus melihat bagaimana hukum dalam Islam menurut para Ulama. Hukum dalam Islam yang disepakati adalah terdiri dari 5 yaitu wajib, mustahab, haram, makruh dan mubah. Maka masalah diatas pun tidak akan keluar dari salah satu dari yang 5. Menurut penjelasan para ulama terkait masalah ini ternyata jawaban mereka tidak ada yang sama atau tidak ada kesepakatan dalam menjelaskan hukumnya, sebagian para ulama yang diikuti oleh sebagian para ustadz; "ada yang menghukumi sebagai sesuatu yang" wajib "". Mereka berdalil dengan dalil larangan ikhtilath dari sebuah hadits dan sebuah ayat dari surat Al Ahdzab ayat 53 tentang adanya tirai pemisah bagi istri rasulullah dengan para tamu laki laki.Mereka yang mewajibkan menjelaskan ayat ini umum berlaku seluruh wanita. Bagi yang berpendapat wajib, mereka mewajibkannya karena dalam hal ini berkaitan erat yaitu apakah bahwa wajah perempuan adalah aurat. Sehingga maksudnya adanya tirai pemisah agar hati terjaga bersih melihat sesuatu dari yang membuat tertariknya laki laki pada perempuan yaitu wajah.  

Maka dari sinilah kenapa ada yang memakai tirai pemisah yang diistilahkan dengan "hijab" di sebagian masjid dan rumah atau saat pelaksanaan shalat di lapangan. Tetapi menghukumi  "wajib" ternyata merupakan pendapat yang tidak disepakati atau para ulama jumhur ternyata tidak bersepakat untuk menghukuminya wajib, artinya ada para ulama berpendapat lain yang mempunyai dalil dalil lain sehingga menggugurkan dalil yang mewajibkan. 

Para Ulama yang tidak mewajibkan mempunyai dalil lain atau punya jawaban terhadap dalil yang digunakan oleh pihak yang menghukumi wajibnya tirai pemisah / hijab. Bagi yang tidak mewajibkan sudah jelas bahwa mereka tidak bersepakat dalam memahami dalil ayat hijab tersebut berlaku umum tapi memahaminya sebagai kekhususan untuk istri rasulullah saja sebab ada dalil dalil dalam bentuk hadits atau riwayat riwayat dimasa rasulullah masih hidup dan setelah beliau tiada adanya bukti kaum perempuan yang tidak dibuatkan tabir pembatas dalam beberapa kegiatan yang dihadiri laki laki juga.

Berikut riwayat riwayat yang menjadi dalil akan bolehnya tidak dibuatkan hijab/ tirai pembatas :  

1. Hadits Jabir bin Abdullah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim,