ADAKAH IJMA KAUM MUSLIMIN BAHWA WAJAH WANITA TERMASUK AURAT DAN TIDAK BOLEH KELUAR RUMAH DALAM KEADAAN TERBUKA WAJAHNYA?

Menutup aurat bagi wanita dengan berjilbab merupakan salah satu bagian syariat Islam yang tetap hukumnya berlaku dari Rasulullah masih hidup hingga saat ini sampai nanti kiamat, melaksanakannya bagian dari pelaksanaan ketaatan kepada Allah dan ibadahnya kaum perempuan muslimah. 

Banyak orang yang mengomentari bahwa berjilbab itu budaya yang berasal dari Arab, hanya karena disana banyak orang Arab yang memakainya padahal yang sebenarnya adalah sejak adanya Islam budaya Arablah yang berubah terwarnai oleh ajaran ISLAM. 

Berjilbab itu pakaian taqwa bagi setiap muslimah bukan pakaian khusus wanita yang tidak pernah melakukan dosa tapi salah satu upaya melakukan ketaatan pada Allah dan berusaha menjauhi larangan menampakan auratnya pada laki laki yang bukan mahram. 

Dan alhamdulillah seiring dakwah ISLAM yang semakin berkembang dan banyak para ustadz atau buku buku yang menjelaskan bahwa berjilbab adalah bagian dari ajaran Islam yang memiliki konsekwensi hukum tersendri. Kini sudah banyak muslimah yang memakainya dalam kesehariannya bukan hanya saat hari raya idul fitri atau pergi ke masjid saja, bahkan saat jadi pengantin wanita sekarang banyak yang dalam tetap berjilbab. 

Disaat telah tumbuh kesadaran untuk berjilbab dikalangan para muslimah tersebut, ternyata muncul sebuah permasalahan terkait soal menutup aurat dengan menggunakan jilbab, apakah seluruh tubuhnya muslimah aurat atau ada sebagian yang boleh nampak? yaitu wajah. 

Banyak referensi dari karya para ulama salaf yang membahas permasalahan ini yang bila disimpulkan ternyata para ulama salaf sendiri berbeda menjelaskannya dan akhirnya di zaman sekarang ada 2 pendapat ekstrem yang berbeda. Pertama yang mewajibkan menutup wajah dan menghukumi nya aurat  bagi yang menampakan berarti berdosa. Kedua yang menghukuminya sebagai perkara bid"ah tatkala menutup wajahi itu sebagai sepaket bagian dari jilbab.